Saturday, August 8, 2009

SAPI BX versus SAPI LOKAL

Memperbincangkan, atau menelaah ‘kekisruhan’ pada polemic, BX-ers dan Lokalers ini semata” karena persepsi yang berbeda dan dukungan beberapa kondisi yang berkembang saat ini. Permasalahan yang ditimbulkan oleh Lokalers terhadap kehadiran sapi” BX di Negara ini karena permasalahan TATANIAGA yang lahir karena adanya KEBUTUHAN masyarakat akan daging yang didasarkan pada KINERJA ternak sapi yang diusahakan.
Sekarang yuks kita coba telaah tentang sapi BX.

Sapi BX (baca : Brahman Cross), adalah ternak sapi hasil domestikasi/ penjinakan sapi Brahman (asal India) yang dikembangkan di Amerika dan Australia dan disilangkan dengan jenis ternak dari daratan Amerika, seperti Shorthorn, Santa Gertrudis, Droughmaster, Hereford. Hasil silangan ini juga menjadi pejantan untuk mengawini induk Brahman sehingga campuran darah dalam setiap keturunan sangat bervariasi. Model yang diterapkan dalam pelaksanaan pengembangan sapi Brahman Cross adalah menghasilkan ternak sapi yang memiliki pertumbuhan baik dan tahan terhadap iklim tropis serta penyakit/hama penyebab penyakit, kutu dan tunggau
Di Australia yang nota bene masih memiliki kondisi lahan yang menunjang pemeliharaan ternak model savanna dan pertumbuhan legume yang baik pada lahan savanna, menyebabkan biaya pakan sangat ekonomis, peternak hanya memberikan sedikit pakan penguat dan melakukan sedikit aktifitas lebih berat saat penyimpanan makanan untuk persediaan musim dingin.Perkawinan alam, penanganan kelahiran yang alami, biaya pakan yang ekonomis, penggunaan tenaga kerja yang efisien, penggunaan alat beratyang mempermudah pelaksanaan usaha menyebabkan perkembangan ternak ini sangat cepat dan efisien. Harga yang ditawarkanpun menjadi sangat kompetitif, biaya antar ternak – biaya handling – ditambah keuntungan peternak masih berada dibawah harga beli masyarakat Indonesia.
Ditambah dengan pangsa pasar Negara ini yang berjargon “yang pentingdaging”, maka penjualan daging jenis apapun sangat mudah, meski ada beberapa usaha makanan asal daging yang menerapkan syarat tertentu (penjual daging veal, prime beefmeat)

Sapi local
Kita namakan sapi local karena kita anggap bahwa sapi itu bukan sapi impor … sesungguhnya ternak itu merupakan perkembangan dari beberapa jenis ternak sapi potong yang pernah diimpor Indonesia pada masa lalu dan dikembangkan secara terbatas oleh peternak terbatas (petani) sehingga berkembang menjadi peternakan rakyat. Jenis sapi yang dikembangkan merupakan jenis sapi asal Eropa yang memiliki karakteristik khusus, juga jenis Bos Bibos (banteng, seperti sapi Bali, sapi Madura) serta silangan langsung dari sapi India
Pola pemeliharaan pada peternakan rakyat di Indonesia, juga sangat bervariasi. Beberapa tujuan beternak :
1. Sebagai tabungan
2. Sebagai tanda status/gengsi
3. Sebagai usaha sampingan
4. Sebagai tanda budaya
5. Sebagai hobby
6. Sebagai usaha ternak terbatas
Berdasarkan hal ini, maka peternakan jenis ini memiliki model atau tataniaga yang berbeda dengan penjualan Brahman Cross, beberapa hal yang menjadi pertimbangan perbedaan model tataniaga :
1. Harga bukan didasarkan pada bobot badan. Kebanyakan harga akan didasarkan pada kondisi tubuh ternak/performance, sehingga timbul istilah penjualan model taksir (baca : jogrog)
2. Harga ditentukan oleh mekanisme tawar menawar yang sangat ketat dan dipengaruhi budaya masyarakat setempat. Misalnya menjelang tahun ajaran baru, harga sapi akan terkoreksi negatif cukup signifikan. Tetapi, saat panen tembakau, misalnya seperti di wilayah Temanggung, maka harga ternak dan komoditas lain menjadi terkoreksi positif cukup terasa
3. Jenis/kualitas daging, daging sapi jenis ini berbeda dengan sapi Brahman Cross. Kualitas serat yang melahirkan taste dan flavor berbeda menjadikan harga/kg daging sapi jenis ini sedikit lebih tinggi. Penggunaan daging jenis ini juga berbeda, daging sapi Bali, misalnya … sangat enak bila dibuat dendeng karena karakteristik seratnya, bila daging sapi BX, maka dendeng akan hancur (hanya menjadi bubur daging), juga bila dibuat abon atau baso
4. Kondisi khusus, misalnya ada peternak yang memiliki ternak sapi dengan tanda khusus atau berciri khusus atau berbobot badan khusus atau berpenampilan khusus, maka harga yang akan disepakati adalah harga yang sangat special. Tengok saat kontes ternak, sapi Brahman Cross dengan bobot 1.000 kg mungkin akan kalah menarik dengan Simmental yang berbobot 800 kg tetapi memiliki buku ikal yang kental, warna putih hanya ada pada muka, keempat kaki sebatas lutut kebawah dan sedikit dibawah tubuh serta surai ekor.

Berkaca dari kedua hal tersebut diatas, adalah sangat naïf manakala kita sebagai insan peternakan saling menghujat. Masing” peternak BX dan non BX memiliki alas an tersendiri dalam menjalankan usaha ternaknya.
Andaikan tataniaga daging dan manajemen usaha ternak sapi potong kita diatur oleh pemerintah dengan baik, misalnya grading daging, segmentasi pasar, edukasi kepada masyarakat tentang jenis dan kualitas daging, peningkatan daya beli masyarakat melalui peningkatan ekonomi rakyat, mengendalikan kemudahan impor ternak dan daging beku, bimbingan – latihan – arahan pelaksanaan breeding yang diatur sedemikian rupa, peningkatan kualitas pemeliharaan, teknologi pakan ternak dan reproduksi serta hal” yang berkenaan dengan usaha ternak sapi potong yang ideal, bukan tidak mungkin seluruh peternak Indonesia berada pada suatu wadah yang ideal, berada pada zona bisnis yang saling menguntungkan dan mampu mewujudkan cita” bersama … SWASEMBADA DAGING

SUMBER: ekabees

Wednesday, August 5, 2009

METODE PRAKTIS PEMBERIAN PAKAN SAPI POTONG

Pola pemberian pakan adalah sebagai berikut:
- Pada waktu pagi di beri pakan hijauan.
- Pada jam 12.00 siang hari diberi pakan kosentrat, setelah konsentrat habis kemudian diberi pakan hijauan.
- Pada jam 16.00 sore diberi pakan kosentrat dan kemudian hijauan sampai jam 21.00.
- Setelah jam 21.00 malan, lalu lampu di matikan dan sapi diharapkan tidur.

Kenapa pagi di kasih hijuan, ini untuk merangsang bergeraknya rumen dalam alat pencernaan sapi, dimana ada 4 tahapan proses pencernaaan sapi.

Untuk melihat hasil pencernaan sapi sdh maksimal tdk bisa di lihat dengan cara: ambil kotoran sapi kemudian masukan dalam gelas berisi air panas suhu 70 derajat celcius kemudian aduk dan setelah itu letakkan dalam kertas putih. Hasil pencernakan bisa dilihat seberapa besar pakan yang sudah terurai dan mana yang tidak terurai. Semakin banyak yang terurai semakin baik.

Sunday, August 2, 2009

SAPI BALI



Sapi Bali (Bos Sondaicus) adalah sapi asli Indonesia
hasil penjinakan (domestikasi) banteng liar. Para ahli meyakini bahwa penjinakan tersebut telah dilakukan sejak akhir abad ke 19 di Bali sehingga sapi jenis ini dinamakan sapi Bali. Sampai saat ini banteng liar tersebut masih dapat ditemukan di kawasan hutan Ujung Kulon Jawa Barat, Ujung Wetan Jawa Timur, dan Taman Nasional Bali Barat.

Sebagai keturunan banteng, sapi Bali memiliki warna dan bentuk tubuh persis seperti banteng liar. Kaki sapi Bali jantan dan betina berwarna putih dan terdapat telau, yaitu bulu putih di bagian pantat dan bulu hitam di sepanjang punggungnya.

Sebagaimana banteng, sapi Bali tidak berpunuk, badannya montok, dan dadanya dalam. Dibandingkan dengan sapi lain, sapi Bali jantan terkenal lebih agresif. Karena itu, jangan mengenakan pakaian berwarna merah saat mendekati sapi ini agar tidak diserangnya. Walaupun begitu, sapi ini sangat penurut pada orang yang biasa dekat dengannya.

Sapi Bali jantan bertanduk dan berbulu warna hitam kecuali kaki dan pantat. Berat sapi Bali dewasa berkisar 350 hingga 450 kg, dan tinggi badannya 130 sampai 140 cm. Sapi Bali betina juga bertanduk dan berbulu warna merah bata kecuali bagian kaki dan pantat. Dibandingkan dengan sapi Bali jantan, sapi Bali betina relatif lebih kecil dan berat badannya sekitar 250 hingga 350 kg.

Sewaktu lahir, baik sapi Bali jantan maupun betina berwarna merah bata. Setelah dewasa kelamin, warna bulu sapi Bali jantan berubah menjadi hitam karena pengaruh hormon testosteron. Karena itu, bila sapi Bali jantan dikebiri, warna bulunya yang hitam akan berubah menjadi merah bata.

Saturday, August 1, 2009

PROSES KELUAR ARI-ARI SAPI

Secara alami, ari-ari akan keluar dalam rentang waktu tertentu tergantung kondisi kesehatan ternak dan proses bersalinannya.

Bila kondisi ternak selalu mendapatkan makanan cukup dan tersuplai lancar vitamin - mineralnya, rata-rata dua jam setelah melahirkan ari-ari seluruhnya akan keluar, segera singkirkan -karena ada induk yang doyan ari-ari. Lalu beri dia anggur beranak satu botol atau jamu godog habis melahirkan untuk membersihkan organ reproduksi dari dalam secara tuntas.

Ari-ari secara normal boleh keluar sampai 4 hari pos partus. Bila 4 hari belum keluar, perlu di kiret secara manual. Oxitocyn hormon, daun bambu, daun waru membantu kerja hormon reproduksi agar berlangsung normal sehingga pengembalian kondisi organ reporoduksi kembali baik.

sumber: ekabees

MENYUSUI ANAK SAPI YANG DITINGGAL IBUNYA

Misal anak sapi yang ditinggal ibunya adalah dinamakan Ria dan ada sapi yang hampir sebaya dengannya dinamakan Rio. Untuk melatih Ria, dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Bila Rio umurnya sama dengan Ria atau berbeda 7 hari, masih dapat disatukan dengan cara mendekatkan Ria pada mamanya Rio dan mendorongnya untuk menghisap puting.

Bila ternyata mamanya Rio menolak menjadi ibu persusuannya Ria, maka dapat dilakukan pemberian air susu buatan dengan menggunakan dot. Bila Pak Gun, mudah mendapatkan akses air susu murni, selama minimal dua minggu - Ria dapat diberikan air susu murni yang dikondisikan seperti kolostrum dengan cara menambah kuning telur sebanyak 2 butir per liter susu kemudian ditambahkan 5 mg penicillin-streptom icyn setiap liter air susu.
Bila ternyata air susu segarnyapun sulit didapat - boleh menggunakan Calf Milk Replacer, bila itupun tidak ada, gunakan susu bubuk berjenis FullCream dan tambahkan kuning telur dan penicillin-streptom icyn.
Setelah minggu kedua, berikan calf milk replacer seperti biasa, tidak perlu campuran apapun.

Pemberian dilakukan dengan tahapan :
umur 0 - 7 hari = 3 kali sehari (pagi, siang, sore) @1 liter
umur 8 - 30 hari = 2 kali sehari (pagi - sore) @2 - 2.5 liter
umur 31 - 60 hari = 2 kali sehari (pagi - sore) @3 - 4 liter
umur 61 - 90 hari = 2 kali sehari (pagi - sore) @4 liter

Sediakan selalu konsentrat (dedak halus) dan jerami fermentasi atau rumput yang dilayukan dengan dosis mulai 0.5 kg konsentrat/hari dan 1 kg jerami fermentasi/rumput. konsentrat dan jerami fermentasi/rumput diberikan rutin setiap hari untuk membantu percepatan perkembangan rumen.

TANDA-TANDA SAPI AKAN MELAHIRKAN

Tanda-tanda sapi yang mau partus/beranak :

1. ambingnya sudah turun dan putingnya mengeras ..kalo bapak" pasti apal neh ..he..he
2. tulang pelvis dan dua tulangyang menonjol di punggung bagian belakang, legoknya (tingkat kecekungannya) mulai dalam
3. mulai keluar lendir
4. dua minggu menjelang kelahiran, biasanya ternak makan sangat rakus dan maunya enak" aja... menjelang kelahiran, nafsu makan terjun bebas, sapi kadang tidak doyan makan, harus diwaspadai karena bisa menyebabkan Milk Fever ...
5. sapi maunya jauh" dari teman"nya ...naluri sebagai seorang ibu ingin melindungi anaknya
6. menjelang kelahiran, biasanya tidur - bangun - tidur - bangun sambil mengendus" tempat yang cocok buat bersalin
7. menjelang kelahiran, siapkan jerami kering secukupnya, yodium tinctur/obat merah/betadine dan kain kering
8. menjelang beranak, kita pantau vaginanya ... bila air ketubannya sudah pecah, segera cermati kalau" pedetnya perlu dibantu keluarnya dengan cara ditarik
9. saat kelahiran, angkat kaki depan pedet sehingga kepala pedet ada dibawah beberapa saat. tali pusat dicuci dengan yodium tinctur/betadine lalu diika dengan cara disimpilkan ... beri yodium tincur/betadine lagi
10. dekatkan pedet pada induk agar dipijat dan dikeringkan badannya. berperan dalam memperlancar pembuluh darah
11. bila induknya tidak mau menjilati, segera kita lap pedet tadi sampai kering
12. 15 menit kemudian, pedet akan berdiri dan berjalan mencari puting induknya ...
13. bila induk tidak mau menyusui, peras air susunya minimal 1liter untuk pedet.
14. minimal 0,5 liter di dua jam pertama harus disusukan, sisanya disimpan dalam pendingin, dilanjurkan dengan 0,5 liter seleihnya 4 jam kemudian
15. bila sudah lepas kolostrum, dapat dilakukan pembelian pedet > 7 hari ... dipelihara bersama dengan 1 - 2 pedet lain yang dibeli dari tempat lain.

Sumber: Ekabees

PENANGANAN PROLAPSUS UTERI (Broyongen)

Penanganan Prolapsus Uteri (Broyongen) pada sapi yang melahirkan.
Penanganannya :

a. siapkan air bersih
b. sediakan sekitar 4 buah es batu (biasanya dibungkus plastik @ 1liter)
c. siapkan alkohol
d. siapkan jarum jahit/1 set alat jahit (kalau tidak ada, pake jarum karung dan tali rafia -semuanya dicuci air panas dan direndam dulu dalam alkohol 70%)
e. air bersih
f. cuci alat reproduksi yang keluar dengan air bersih sekalian sisa placenta dan corpus luteum disingkirkan sekalian, lalu perlahan-lahan masukkan seluruh organ reproduksi itu kedalam sampai masuk seluruhnya
g. tekan mult vagina dan masukkan es batu kedalam, untuk membekukan darah
h. jahit luka sobeknya dengan jarum dan tali rafia
i. letakkan sapi pada alas tanah dengan posisi kaki depan lebih rendah dari kaki belakang
j. usahakan ternak berada dalam ruangan yang terbatas, ternak tidak dapat memutar
k. injeksi dengan vitamin A,D,E,K serta prepaat calcium (misalnya Calidex - su ctan sebanyak 25 cc)
l. beri ternak makan dan minum secukupnya
m. setelah 3 - 4 hari biasanya kandungan sudah mulai normal dan jahitan sudah mengering, tali rafia boleh dilepaskan
n. bila sdah sembuh, sebaiknya indukannya dijual saja Pak ... next partus akan seperti itu lagi
o. beri pedetnya susu sambung dari air susu segar/air susu bubuk.

Sumber: Ekabees.

SAPI YANG SESUAI UNTUK DITERNAK DI INDONESIA

Sapi yang cocok untuk diternak di Indonesia biasanya adalah:
- Peranakan Ongole,
- Simmental,
- Brahman ><>Brangus),
- Limousin,
- Brahman.
- Sekarang sedang musim Brahman Cross atau kadang-kadang Sorthorn juga masuk ke Indonesia.

BERAPA LAMA SAPI BUNTING?

Lama sapi bunting berkisar pada 270 - 280 hari.
Biasanya sapi yang beranak sekitar 270 hari anaknya betina.
Dan yang lebih dari 270 hari anaknya biasanya jantan.

Friday, July 31, 2009

BEBERAPA JENIS SAPI POTONG


  1. Santa Gertrudis

Merupakan persilangan antara induk Shorthorn dan pejanta Brahman. Berkembang baik di seputar wilayah Texas (Amerika)

  1. Beefmaster

Persilangan antara Brahman, Hereford dan Shorthorn dengan perbandingan genetis = 50 % : 25 % : 25 %. Sama seperti Santa Gertrudis, sapi ini berkembang baik di daratan Texas (Amerika).

  1. Droughtmaster

Memiliki perbandingan genetis = 3/7 Brahman dan 4/7 Shorthorn. Performancenya sama dengan Santa Gertrudis, hanya saja genetic Brahman lebih dominan.

  1. American Brahman

Termasuk golongan sapi zebu keturunan Kankrey, Ongole, Gir, Krishna, Hariana dan Bhagari. Masuk Amerika tahun 1854 dan dkembangkan di wilayah Lousiana. Tipe potong yang baik dengan pertumbuhan cepat dengan pakan sederhana.

  1. Peranakan Ongole

Di Indonesia dikenal dengan sebutan Sapi Bengggala. Berasal dari daratan India. Termasuk sapi potong dan kerja.

  1. Aberdeen Angus

Berasal dari Scotlandia Utara, masuk Indonesia sekitar tahun 1973. Biasanya berbulu hitam, agak panjang, keriting dan halus. Tidak bertanduk dengan tubuh panjang dan kompak. Tubuh rata, lebar, dalam dan pendek. Disilangkan dengan sapi Brahman akan menghasilkan Brahman Angus (Brangus)

  1. Hereford

Berasal dari Inggris. Warna bulu merah, kecuali pada muka, dada, badan, perut bawah, keempat kaki sebatas lutut, bahu dan ekor berwarna putih. Sehingga dikenal pula sebagai white faced cattle. Postur tubuh rendah tetapi memiliki urat daging yang padat dan tegap.

Bobot badan jantan dewasa sekitar 850 kg dan betina dewasa 650 kg. Lebih sesuai bila digemukkan dengan system pastur atau padang gembalaan karena cara merumput yang baik. Tidak cocok dikembangkan di Indonesia .

  1. Simmental

Berasal dari Switzerland. Ukuran tubuh besar, perototan bagus dengan penimbunan lemak bawah kulit yang rendah. Warna bulu umumnya krem agak coklat ata sedikit merah, kecuali pada muka, keempat kaki sebatas lutut dan ujung ekor berwarna putih.

  1. Limousine

Berasal dari Prancis, merupakan tipe potong dengan warna bulu cokelat dengan warna agak terang pada sekeliling mata dan kali mulai lutut kebawah. Tubuh besar dan panjang, pertumbuhan bagus.

  1. Brahman Cross

Merupakan hasil persilangan antara sapi Brahman dengan sapi jenis lain. Dikembangkan di Amerika dan Australia. Diimpor dari Australia. Memiliki pertumbuhan baik, konformasi karkas yang ideal, tahan iklim tropis dan lalat/kutu. Umumnya sapi ini memiliki warna gelap keabu-abuan atau kemerahan atau hitam. Pada jantan warnanya lebih gelap daripada betina.

PENILAIAN BIBIT

Pemilihan bibit merupakan langkah awal usaha pengembangan ternak sapi potong. Sapi bakalan yang baik, akan memberi hasil usaha yang menguntungkan, melalui pertumbuhan bobot badan perhari yang cepat.

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan bibit didasarkan pada pengalaman dan kecakapan yang baik dengan ditunjang tiga kriteria berikut.

Bangsa dan Sifat Genetis

Setiap peternak tentunya memiliki suatu acuan untuk melakukan pemilihan bibit. Apakan dia lebih memilih menggemukkan sapi Lokal atau Impor. Hal ini didasarkan pada kemampuan genetis sapi yang berbeda satu sama lain, baik mengenai produktivitas maupun daya adaptasi pada kondisi lingkungan (antara lain iklim dan pakan). Pangkal kemampuan adaptasi terhadap lingkungan didasari pada sifat genetis yang diturunkan oleh tetua. Sehingga sapi harus benatr-benar cermat dipilih sesuai dengan tujuan pemeliharaan dan kondisi lingkungan setempat.

Bentuk Luar

Selain faktor genetis, bentuk luar (performance) sapi juga harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain :

  • Ukuran panjang badan dan dalam
  • Bentuk tubuh segiempat
  • Paha sampai pergelangan kaki berisi penuh
  • Dada lebar dan dalam serta menonjol
  • Kaki besar, pendek dan kokoh

Kesehatan

Setelah faktor genetis dan performance yang mantap, ternak sapi yang akan digemukkan harus menunjukkan kondisi sehat. Sehingga memiliki kemampuan produksi yang tinggi.

CIRI-CIRI SAPI BAKALAN

  • Bentuk tubuh persegi panjang atau bulat silinder. Tubuh bagian depan, tengah dan belakang tumbuh sama kuat (simetris). Garis tubuh bawah dan atas sejajar.
  • Kulit tebal.
  • Daging berotot kuat dan padat sehingga terlihat bulat berisi.
  • Cepat dewasa
  • Makanan sebagian besar diubah menjadi daging dan lemak
  • Syarat pakan dan perawatan harus intensif.

Sumber: Ekabees, ternak-sapi@yahoogroups.com

Wednesday, July 22, 2009

Dagang Sapi : Yang Berkah & Yang Menjadi Musibah…

Bahan tulisan kali ini diilhami perjalanan ke pasar sapi di Jonggol yang buka setiap hari Kamis.
Sapi adalah salah satu ‘barang dagangan’ yang kami lihat bisa menjadi potensi untuk memakmurkan masyarakat tidak mampu di pingggiran kota dimana lahan dan bahan makanannya masih relatif tersedia.

Sapi juga kami pilih karena hitungannya sederhana dan mudah kontrolnya. Sebagai contoh sapi di gambar samping pada pagi ini di pasar Jonggol dihargai antara Rp 6 juta – Rp 7 juta ; Delapan bulan lagi ketika sapi tersebut dijual di pasar hewan qurban Jabodetabek harganya akan berada di kisaran Rp 12 juta – Rp 15 juta; Ongkos pemeliharaan, pengangkutan sampai biaya penjualan diperkirakan Rp 3 juta – Rp 4 juta; masih menyisakan hasil Rp 3 juta – Rp 4 juta atau hasil investasi bersih 50% - 57 % dalam 8 bulan. Masih jauh lebih baik dari deposito bukan ?.

Contoh lain adalah sapi yang ada di foto dibawah. Sapi tersebut dibeli di pasar Jonggol pula tiga bulan lalu oleh Pak Haji kenalan saya seharga Rp 14 juta. Delapan bulan lagi ketika sapi tersebut dijual untuk Qurban – Pak Haji yang sudah puluhan tahun menangani sapi ini - mentargetkan laku Rp 36 juta , karena saat itu diperkirakan bobotnya akan mencapai lebih dari 1 ton. Keuntungan kotor 157 % setelah dikurangi biaya pakan dlsb 57% - masih menyisakan keuntungan bersih 100%. Tidak heran pak haji ini memiliki kemakmuran diatas rata-rata, karena dikandangnya di bilangan Jakarta Selatan ada 40 ekor sapi !.
Namun keuntungan yang menggiurkan dan insyaallah berkah ini, tidak serta merta menarik minat masyarakat untuk mengikutinya. Mungkin karena bisnis sapi ini dipandang sebagai bisnis yang kotor dalam arti harfiah – ya pasti kotor lha wong melibatkan kotoran sapi setiap hari! . Meskipun kotor secara fisik, tetapi rezeki yang dihasilkan dari dagang sapi sungguhan yang seperti ini yang sesungguhnya pantas dicari.

Disisi lain sekarang jutaan orang di Indonesia lagi terjangkit kegemaran baru – ‘dagang sapi’ juga – tetapi ‘dagang sapi’ yang sudah diberi makna lain. ‘Dagang sapi’-nya orang gedean yang di dagangin bukan sapi tetapi bisa saja kursi , jabatan ataupun suara rakyat.

Meskipun bisnis mereka bersih secara fisik – karena tempat lobi-nya adalah hotel-hotel mewah atau gedung-gedung ‘lembaga yang terhormat’ – secara syariat bisnis mereka sangat tercela.

Rasulullah SAW-pun sampai mengancam mereka dengan setidaknya dua hadits berikut :

Dari Abu Ya’la, Ma’qil bin Yasra RA, dia berkata : “ Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Setiap hamba yang diberi kekuasaan oleh Allah terhadap rakyatnya, lalu di saat meninggal dunia dia menipu kepada mereka, maka Allah mengharamkannya ke surga””. HR Muttafaq Alaih.

Dari Abu Maryam al-Azdi RA “: sesungguhnya beliau berkata kepada Muawiyah RA : “ Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk mengurusi sebagian urusan kaum muslimin, lalu tidak memenuhi kebutuhannya, dan tidak mengatasi kefakiran mereka, maka Allah tidak akan memenuhi kebutuhan dan kefakirannya di hari kiamat”, lantas Muawiyah mengangkat seorang laki-laki yang memenuhi kebutuhan mereka.” HR. abu Dawud dan Tirmidzi.

Betapa banyak saat ini orang gedean yang mengobral janji kemakmuran kepada rakyat kebanyakan kayak kita-kita; sehingga mereka kita pilih. Namun setelah kita pilih, seenaknya mereka ‘berdagang sapi’ dengan amanah yang kita berikan tersebut. Kebutuhan kita dan kefakiran kita – yang dijanjikan untuk diatasi – tidak lagi menjadi perhatian mereka setelah mereka terpilih.

Jadi dari dua jenis dagang sapi tersebut diatas , kalau disuruh memilih saya akan pilih dagang sapi yang pertama – biar kotor secara fisik, tetapi insyaallah lebih barakah.

Untuk yang kedua, hanya akan saya pilih kalau mendapatkan pemimpin yang sekiranya bener-bener amanah dan competent dibidangnya – kalau kita meragukan ke-amanahan-nya maupun kompetensinya , namun kita pilih juga; maka sesungguhnya saya kawatir justru menjerumuskan saudara-saudara kita yang calon pemimpin tersebut ke neraka seperti yang diancamkan di dua hadits tersebut diatas – kasihan kan ?. Wallahu A’lam bi Showab.

Written by Muhaimin Iqbal , Thursday, 26 March 2009 14:43, sumber: geraidinar.com

Monday, July 20, 2009

TANDA-TANDA SAPI AKAN MELAHIRKAN

Biasanya sapi yang mau partus/beranak adalah sebagai berikut:

1. ambingnya sudah turun dan putingnya mengeras ..kalo bapak" pasti apal neh ..he..he
2. tulang pelvis dan dua tulangyang menonjol di punggung bagian belakang, legoknya (tingkat kecekungannya) mulai dalam
3. mulai keluar lendir
4. dua minggu menjelang kelahiran, biasanya ternak makan sangat rakus dan maunya enak" aja... menjelang kelahiran, nafsu makan terjun bebas, sapi kadang tidak doyan makan, harus diwaspadai karena bisa menyebabkan Milk Fever ...
5. sapi maunya jauh" dari teman"nya ...naluri sebagai seorang ibu ingin melindungi anaknya
6. menjelang kelahiran, biasanya tidur - bangun - tidur - bangun sambil mengendus" tempat yang cocok buat bersalin
7. menjelang kelahiran, siapkan jerami kering secukupnya, yodium tinctur/obat merah/betadine dan kain kering
8. menjelang beranak, kita pantau vaginanya ... bila air ketubannya sudah pecah, segera cermati kalau" pedetnya perlu dibantu keluarnya dengan cara ditarik
9. saat kelahiran, angkat kaki depan pedet sehingga kepala pedet ada dibawah beberapa saat. tali pusat dicuci dengan yodium tinctur/betadine lalu diika dengan cara disimpilkan ... beri yodium tincur/betadine lagi
10. dekatkan pedet pada induk agar dipijat dan dikeringkan badannya. berperan dalam memperlancar pembuluh darah
11. bila induknya tidak mau menjilati, segera kita lap pedet tadi sampai kering
12. 15 menit kemudian, pedet akan berdiri dan berjalan mencari puting induknya ...
13. bila induk tidak mau menyusui, peras air susunya minimal 1liter untuk pedet.
14. minimal 0,5 liter di dua jam pertama harus disusukan, sisanya disimpan dalam pendingin, dilanjurkan dengan 0,5 liter seleihnya 4 jam kemudian
15. bila sudah lepas kolostrum, dapat dilakukan pembelian pedet > 7 hari ... dipelihara bersama dengan 1 - 2 pedet lain yang dibeli dari tempat lain

demikian pak, beri pakan ok untuk ternak

salam bersalin ... moo (bunyinya sama juga, pak ..he..he)

Sumber: ekabees

Fermentasi dengan Probiotik

Peningkatan produksi ternak ruminansia memerlukan penyediaan jumlah pakan dalam jumlah besar, terutama pakan berserat kasar (roughage) yang murah.

Perluasan areal untuk penanaman pakan ternak akan semakin terbatas, terutama pada daerah padat penduduk. Disamping itu penanaman pakan ternak menghadapi beberapa kendala yaitu :
•Memerlukan investasi lahan yang mahal
•Pemeliharaan tanaman yang tidak murah
•Pengangkutan hijauan dari lokasi ke Farm yang kontinyu (tiap hari)
•Hasil panen yang fluktuatif (tergantung musim)
•Penyimpanan yang juga mahal (dalam bentuk silase).

Hasil intensifikasi tanaman pangan tidak menghasilkan pangan yang lebih banyak, tetapi juga menghasilkan limbah berserat yang melimpah sehingga integrasi antara tanaman pangan dengan ternak merupakan suatu alternatif untuk mencukupi kebutuhan pakan yang murah.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas limbah pertanian, baik dengan cara fisik, kimia maupun biologis. Tetapi cara-cara tersebut biasanya disamping mahal, juga hasilnya kurang memuaskan. Dengan cara fisik misalnya, memerlukan investasi yang mahal; secara kimiawi meninggalkan residu yang mempunyai efek buruk sedangkan dengan cara biologis memerlukan peralatan yang mahal (harus anaerob) dan hasilnya kurang disukai ternak (bau amonia yang menyengat).
Salah cara yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak adalah fermentasi dengan Probiotik

Fermentasi Jerami Padi

Proses fermentasi Jerami Padi memerlukan lokasi yang ternaungi beralas tanah. Fermentasi jerami padi dimaksudkan untuk memanfaatkan hasil samping usaha pertanian padi dan meningkatkan kualitas jerami padi agar dapat dijadikan sebagai sumber pakan berserat ternak rumiansia.
Proses Fermentasi Jerami Padi :
1.Jerami ditumpuk dan dipadatkan dengan cara dinjak-injak dengan ketinggian 30cm pada lokasi ternaungi beralas tanah
2.Diatas tumpukan tersebut ditaburi Probiotik dengan dosis 0,6% dari berat tumpukan
3.Diatas tumpukan pertama diberi lagi jerami dengan tinggi tumpukan dan dipadatkan dengan cara dinjak-injak dengan ketinggian 30cm serta diberi kembali Probiotik StarbiO dengan dosis 0,6% dari berat tumpukan
4.Perlakuan yang sama dilakukan sampai terbentuk beberapa tumpukan (tinggi minimal tumpukan adalah 1,5 meter)
5.Setelah terbentuk tumpukan yang dimaksud, dilakukan penyiraman tetes tebu sebanyak 4 liter/ton jerami dan penyiraman air untuk memberi kadar air tumpukan minimal sebesar 60% (kondisi yang baik untuk pertumbuhan mikroba fermentor)
6.Bila memungkinkan, lakukan penutupan dengan karung plastik untuk meratakan proses fermentasi
7.Biarkan terjadi proses fermentasi selama 9 – 12 hari
8.Setelah 9 – 12 hari, tumpukan dibongkar dan siap diberikan sebagai pakan ternak atau disimpan sebagai persediaan pakan berserat

Pelepah dan Daun Kelapa Sawit

Pelepah dan Daun KelapaSawit dapat dijadikan sebagai pakan berserat ternak ruminansia dengan cara dichopper terlebih dahulu dan dilayukan selama satu malam

Lumpur Sawit
Lumpur sawit dapat dijadikan sebagai pengganti bekatul sampai 80% dengan cara melakukan pengeringan lumpur sawit dan digiling menjadi tepung

Fermentasi Kulit Buah Cokelat
Tanaman Cacao (cokelat) akan menghasilkan :
1.Biji Cacao
2.Kulit Biji Cacao
3.Kulit Buah Cacao

Cacao Pod segar ( kadar air ± 85 % ) diturunkan kadar airnya sampai ± 70% dengan cara dikeringkan sinar matahari selama 6 jam penyinaran. Cacao Pod difermentasi dengan 3 kg Probiotik dan 6 kg tetes tebu/ton Cacao Pod selama 2 minggu. Setelah dua minggu dibongkar, dikeringkan dan digiling dengan lobang saringan 50 mm.
Tujuan Fermentasi dengan Probiotik adalah untuk menaikan daya cerna, Palatabilitas dan penyerapan nutrisi cacao pod. Disamping itu, fermentasi cacao pod dengan Probiotik juga untuk meredam efek buruk racun theobromine yang pada cacao pod.

Kendala apabila kulit buah cokelat digunakan sebagai bahan pakan ternak adalah adanya racun theobromine (3,7 dimethylxan- tine) yang telah terbukti pada penelitian sebelumnya pada unggas (Wong et. al., 1986) menunjukkan bahwa konsumsi theobromine pada unggas ternyata mengganggu pertumbuhan, menurunkan produksi telur, terjadi lesi pada usus halus dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Diduga, menurunnya kecernaan bahan kering, protein kasar maupun energi termetabolis yang sejalan dengan kenaikan pemakaian kulit buah cokelat dalam ransum karena adanya racun theobromine tersebut.
Fermentasi dilakukan untuk selain untuk menghilangkan efek theobromine, juga diharapkan dapat menyederhakan ikatan struktur kompleks pada kulit buah cokelat sehingga nutrisi yang terikat dapat tersedia untuk dapat diserap ternak ruminansia dan meningkatkan kesukaan ternak pada kulit buah cokelat.

Fermentasi Ampas Tebu
Proses fermentasi ampas tebu, prinsipnya sama dengan fermentasi jerami. Hanya karena ampas tebu kandungan Ligninnya tinggi (+ 19,7%), Proteinnya rendah (+ 2%) dan Total Digestible Nutrientnya (TDN) juga rendah (+ 28%)
Dibandingkan jerami padi, maka perlu perlakuan khusus agar :
1.Lignin dapat diurai menjadi komponen yang lebih sederhana sehingga bermanfaat dan dapat meningkatkan nilai tukar kation pada pakan.
2.TDN dan proteinnya dapat meningkat sehingga memenuhi syarat sebagai pakan ternak ruminansia.

Keunggulan ampas tebu dibanding jerami padi adalah rendahnya kandungan silica. Kesulitan pada fermentasi ampas tebu apabila kita menggunakan ampas tebu yang sudah dimampatkan, kadang-kadang sulit untuk diurai, tetapi kalau kita menggunakan ampas tebu yang belum dimampatkan, angkutan ke lokasi menjadi tidak ekonomis. Ampas tebu di tumpuk dengan ketebalan  30 cm pada tempat yang teduh (tidak kehujanan dan kena sinar matahari langsung). Diatasnya disebarkan probiotik, tetes, TSP dan ZA dengan perbandingan, setiap ton ampas tebu membutuhkan 10 Kg probiotik, 6 liter tetes tebu, 2 Kg TSP dan 2 Kg ZA.
•Probiotik untuk mengurai lignin dan selulosa agar dapat dijadikan sumber energi/menaikkan TDN.
•TSP sebagai sumber Phosphor.
•ZA sebagai sumber Sulphur.
•Nitrogen untuk menstimulir mikroba pengurai pada Probiotik agar lebih aktif.

Untuk mempercepat proses penguraian, selain disiram dengan air (sampai kadar air 60 %) dapat pula diberi campuran tetes/molases (untuk menyediakan Realy Avaliable Carbohydrate – agar fermentasi berjalan lebih cepat)

sumber: ternak-sapi@yahoogroups.com

Sunday, July 19, 2009

Daging Sapi Lokal



Posisi daging sapi pada sapi potong lokal

Saturday, July 18, 2009

Fermentasi Jerami

Pada prinsipnya, penggunaan jerami fermentasi dapat dilakukan dengan menggunakan jerami segar habis panen atau jerami kering. Pada saat jerami padi melimpah seperti setelah selesai panen, jerami dapat difermentasi untuk selan-jutnya disimpan hingga 6 bulan dari pembuatan. Ditinjau dari kuantitas nutriennya (nilai gizi), fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi jerami.

PERSYARATAN

Kadar air jerami padi 40-45 %.
Terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung.

BAHAN-BAHAN

Jerami kering atau jerami segar setelah diangin-anginkan (kadar air ± 40 %).
Starter berupa Starbio atau lainnya sebanyak 0,50 kg untuk setiap 100 kg jerami padi.
Pupuk urea 0,50 kg untuk setiap 100 kg jerami padi.
Air sebanyak 40 liter untuk setiap 100 kg jerami padi kering; sedangkan untuk jerami segar tidak perlu ditambahkan air.

CARA PEMBUATAN (untuk 100 kg )

Timbang jerami padi kering 100 kg.
Sediakna air sebanyak 40 liter dalam ember.
Timbang starter sebanyak 0,50 kg dan urea sebanyak 0,50 kg.
Jerami ditumpuk sejajar lapis demi lapis dengan ketebalan 25 cm (panjang 2,50 m x lebar 2,50 m).
Diatas lapisan disiram air yang telah dicampur urea sampai merata (untuk jerami kering; sedangkan untuk jerami segar tidak perlu disiram air).
Ditaburi starter hingga merata.
Ditumpuki selapis jerami padi (± 25 cm) sambil diinjak-injak hingga memadat.
Diulangi lagi penyiraman air diatas lapi-san jerami padi tersebut hingga merata.
Diulangi lagi penaburan starter hingga merata dan demikian seterusnya hingga selesai.
Setelah selesai, bagian atas ditutupi daun-daun kering seperti daun pisang atau daun lainnya.
Pembuatan jerami padi selesai dan dibiarkan minimal 3-4 minggu.
Setelah 3-4 minggu jerami padi fermentasi (tape dami) siap diberikan kepada ternak, namun sebelum diberikan terlebih dahulu diangin-anginkan.

JERAMI PADI FERMENTASI YANG BAIK

Baunya agak harum.
Warna kuning agak kecoklatan (warna dasar jerami masih nampak kelihatan).
Teksturnya lemas (tidak kaku)
Tidak busuk dan tidak berjamur.

Friday, July 10, 2009

PROPOSAL INVESTASI PENGGEMUKAN SAPI

KELOMPOK TERNAK “AGROMANDIRI”

PUNDUNG DK. V RT. 18/09 DESA BANARAN, BROSOT, KULON PROGO, DI YOGYAKARTA

PROPOSAL INVESTASI PENGGEMUKAN SAPI

DISIAPKAN OLEH : CATUR PRASETYO

TANGGAL 01 JUNI 2009



PENDAHULUAN

Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 220 juta jiwa. Menurut Dirjen Bina Produksi Peternakan ternyata setiap orang Indonesia baru mampu mengkonsumsi daging sapi sekitar 1,7 kg/orang /tahun, maka untuk memenuhi daging sapi tersebut diperlukan 1,5 juta ekor sapi lokal untuk menghasilkan daging sebanyak 350.000 ton ditambah dengan impor sapi dari Australia sebanyak 350.000 ekor yang menghasilkan 30.000 ton daging.

Jika saja terjadi peningkatan populasi penduduk 2% per tahun dan eningkatan populasi sapi di dalam negeri sekitar 14% per tahun dengan kemampuan konsumsi daging (sapi) masyarakat hanya naik 1 gram/kapita/hari, di mana kondisi ini pun masih di bawah norma gizi. Maka dibutuhkan daging sekira 1.265,8 ton/hari identik dengan 10.548 ekor sapi yang harus dipotong per hari atau 3,85 juta ekor per tahun. Jika saja 50% penduduk Indonesia tidak mampu membeli daging sapi artinya sekira 100 juta orang masih memerlukan dan mampu membeli daging (Rohadi Thawaf, UNPAD).

Data ini menunjukkan kepada kita betapa negeri tercinta ini merupakan pasar yang sangat potensial, perlu dibina dan dikembangkan untuk meningkatkan produksi ternak di dalam negeri.

PROGRAM INTENSIF PENGGEMUKAN SAPI

Dikarenakan masih sangat besarnya potensi peternakan sapi di Indonesia, maka kami Kelompok Ternak “Agromandiri” telah mulai merintis usaha penggemukan sapi secara lebih modern yang berlokasi di Pundung Dk. V Rt. 18/09 Desa Banaran, Brosot, Kulon Progo, Di Yogyakarta. Adapun pengurus Kelompok Ternak “Agromandiri” teridri dari :

1. Aldio Krisarto S. Hut : Ketua Kelompok

2. Catur Prasetyo : Bendahara Kelompok

3. M. Wawan Dwiantoro : Penanggung Jawab Kandang

TEKNOLOGI PENGGEMUKAN SAPI

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak tradisional dalam peternakan sapi adalah produktivitas ternak sapi yang rendah. Salah satu factor penyebab rendahnya produktivitas adalah pemilihan paka ternak yang tidak sesuai dengan system penggemukan sapi modern.

Para petani tradisional terbiasa menggunakan jerami dan hijau-hijauan sebagai makanan pokok untuk ternak sapi. Sedangkan untuk penggemukan sapi agar lebih intensif dan produktifitas menjadi tinggi maka makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat yang tinggi sangat diperlukan.

Kendala makanan ternak tersebut kami atasi dengan penggunaan konsentrat sapi yang telah diuji coba dengan hasil yang sangat baik di daerah Klaten, Jawa Tengah. Konsentrat tersebut terdiri dari konsentrat kering dan konsentrat basah yang diberikan sebanyak 2% dari berat tubuh sapi. Selain konsentrat sebagai makanan pokok ditambahkan pula jerami yang telah difermentasi dan singkong sebagai tambahan karbohidrat untuk ternak sapi.

Dengan menggunakan pola makanan tersebut, dapat diperkirakan kenaikan rata-rata berat badan sapi per ekor adalah sebesar 2 kg/ekor/hari.

FOTO KANDANG TERNAK

Kapasitas Kandang 30 ekor sapi



Tempat Makan

Bak Penampungan Kotoran



KONSEP USAHA

Konsep dari usaha penggemukan sapi ini adalah bagi hasil/syariah yang melibatkan pemilik modal dan kelompok ternak selaku pengelola. Bagi hasil dari usaha ini adalah :

- Pemilik modal : 50 %

- Kelompok ternak : 50%

HAK DAN KEWAJIBAN

1.

Pemilik modal


Memberikan dana sebagai modal untuk pembelian ternak sapi dan pembelian pakan untuk sapi selama periode produksi.



2.

Kelompok ternak


- Bertanggung jawab terhadap kegiatan sehari-hari di peternakan

- Memberikan formula pakan yang tepat

- Memberikan pengawasan dalam pemeliharaan sapi

- Melakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan ternak

- Melakukan pencatatan dan evaluasi terhadap ternak yang dikelola

- Memberikan laporan tertulis kepada investor paling lambat tanggal 10 tiap bulan

- Bertanggung jawab akan kebersihan kandang

- Memberikan pakan

- Melaporkan jika ada ternak yang sakit

- Bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan ternak

- Bertanggung jawab atas pelaporan penggunaan dana kepada pemilik modal



ANALISIS USAHA PENGGEMUKAN SAPI

Spesifikasi :

  1. Harga per ekor sapi : Rp. 10.000.000,-
  2. Masa pemeliharaan : 100 hari (1 tahun +/- 4 kali panen)
  3. Kenaikan berat sapi : 2 kg / ekor / hari
  4. Jumlah sapi : 30 ekor
  5. Harga daging : Rp. 23.000.000
  6. Kebutuhan pakan : Rp. 20.000,- / ekor / hari

A.

Kebutuhan Modal




- Pembelian sapi

- Pakan 100 hari

30 x Rp. 10.000.000

100 x 30 x Rp. 20.000

Rp. 300.000.000

Rp. 60.000.000


TOTAL MODAL


Rp. 360.000.000

B.

Laba Kotor




- 100 hari x 2 kg x 30 x Rp. 23.000


Rp. 138.000.000

C.

Biaya Operasional




- Biaya pakan

Rp. 60.000.000



TOTAL BIAYA


Rp. 60.000.000

D.

Laba Bersih


Rp. 78.000.000


ILUSTRASI KASUS

Pak Ahmad berencana menitipkan sapi ke Kelompok Ternak “Agromandiri”. Pertanyaanya berapa modal yang harus disiapkan Pak Ahmad dan berapa perkiraan bagi hasilnya?

A.

Kebutuhan Modal




- Pembelian sapi

- Pakan 100 hari

1x Rp. 10.000.000

100 x 1 x Rp. 20.000

Rp. 10.000.000

Rp. 2.000.000


TOTAL MODAL


Rp. 12.000.000

B.

Laba Kotor




- 100 hari x 2 kg x 1 x Rp. 23.000


Rp. 4.600.000

C.

Biaya Operasional




- Biaya pakan

Rp. 2.000.000



TOTAL BIAYA


Rp. 2.000.000

D.

Laba Bersih


Rp. 2.600.000

E.

Bagi Hasil

- Pak Ahmad

- Kelompok Ternak

50 % X Rp. 2.600.000

50 % X Rp. 2.600.000

Rp. 1.300.000

Rp. 1.300.000

Jadi modal yang dibutuhkan oleh Pak Ahmad untuk investasi 1 ekor sapi adalah sebesar Rp. 12.000.000 dan bagi hasil per periode adalah sebesar Rp. 1.300.000 atau Rp. 5.200.000 setahun (1 tahun +/- 4 kali panen)

KETERANGAN LAINNYA

1. Apabila terdapat sapi yang sakit maka semua biaya perawatan selama sakit menjadi tanggung jawab pengelola program, dan apabila sapi tersebut atas nasihat dari dokter diharuskan dijual maka atas kerugiannya ditanggung bersama antara investor dan pengelola program yaitu sebesar 50% : 50%.

2. Apabila terdapat sapi yang mati, maka atas kerugian tersebut ditanggung bersama oleh investor dan pengelola program sebesar 50% : 50%